2. | Basilika Perubahan Rupa |
| Di
puncak gunung ini terletak Basilika Perubahan Rupa Yesus
(Transfigurasi) serta biara Fransiskan (OFM). Sejak abad III Masehi di
gunung ini sudah ada tiga kapel yang dipersembahkan |
| 3. | Tabor dan sekitarnya |
| Di sebelah utara basilika dapat disaksikan reruntuhan biara OSB (St. Benedictus). Di sebelah tenggara basilika terdapat sisa mosaik dari zaman Bizantium serta menara indah yang dulu dipakai oleh tentara Islam. Puncak Gunung Tabor terbagi dua dan dipisahkan dengan tembok. Bagian selatan adalah milik para Biarawan OFM, sedangkan bagian utaranya – milik gereja Ortodoks Yunani. Di tempat milik Ortodoks Yunani itu berdiri Gereja St. Elia yang telah dibangun di atas reruntuhan sebuah gereja dari zaman Perang Salib. Pada tahun 1183, pasukan Saladin, karena tidak berhasil memasuki biara Katolik, memasuki biara Ortodoks serta merampasnya habis-habisan sambil membunuh banyak biarawan. Di sebelah barat gerejanya, para biarawan Ortodoks menunjukkan sebuah gua yang dulu konon didiami oleh Imam Melkisedek. Di kaki gunung ini terletak desa yang dalam kitab Yosua 19:12 disebut Dobrat dan kini bernama Dabburiya. Kiranya di desa inilah para rasul menunggu Yesus yang pergi ke puncak bersama tiga rasul pilihanNya. Sambil menunggu Yesus, para rasul itu diminta menyembuhkan seorang anak, tetapi mereka tidak berhasil (bdk. Mrk 9:14-29). Di pusat desa ini ditemukan reruntuhan gereja (22 m panjang dan 10 m lebar) yang dulu berdiri di sini untuk memperingati peristiwa tersebut. Tiga kilometer dari Gunung Tabor ke arah selatan, terletak desa Nain. Di situ Yesus membangkitkan putra seorang janda (Luk 7:11-17). Untuk mengenang peristiwa itu, di Nain berdiri sebuah gereja kecil. |